Sabtu, 22 Desember 2012

RENUNGAN KRISTEN (RAHASIA MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG BENAR)

Hari ini saya akan membahas tentang ”Rahasia Membangun Kehidupan Yg Benar”. Kata ”Membangun” ini merupakan suatu pelajaran yang paling mendasar dan terutama jika kita berjalan dalam kekristenan. Itu sebabnya hal ini sangat penting sekali untuk kita pelajari dan pahami. 
 
Secara Terminologi, 
Kata ”membangun” ini dalam bahasa Asli Alkitab Perjanjian Lama adalah ”Banah” (Bhs.Ibrani), yang artinya: ”membangun, mendirikan, membangun kembali dan merekonstruksi.” Kata ”banah” ini muncul kurang lebih 375 kali dan dalam bahasa Ibrani kuno (Aramaic) muncul sebanyak 23 kali. (Lihat Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words, by: W.E. Vine, M.A., Merril F. Unger, Th.M, Th.D, Ph.D & William White, Jr. Th.M, Ph.D, Copyright ©1996 AMG Publishers, page 25-26).


Kata “membangun” ini dalam bahasa Asli Alkitab Perjanjian Baru (Bhs.Yunani) adalah:
  • Oikodomeo, yg artinya: “membangun rumah, membangun segala sesuatu.” 
  • Anoikodomeo, yg artinya: “membangun kembali.” 
  • Epoikodomeo, yg artinya: “membangun di atas dasar.” 
  • Sunoikodomeo, yg artinya: “membangun bersama.” 
  • Kataskeuazo, yg artinya: “mempersiapkan, membangun, dan memoles.”
(Lihat Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words, by: W.E. Vine, M.A., Merril F. Unger, Th.M, Th.D, Ph.D & William White, Jr. Th.M, Ph.D, Copyright ©1996 AMG Publishers, page 82-83).

Nah, itulah arti dari kata “membangun” secara terminologi menurut kamus Alkitab. Hal ini saya pergunakan hanya sebagai referensi saja.

Rekan2 muda Kristen, setelah mengetahui hal ini, mungkin terlintas dalam benak saudara: “Bagaimanakah cara kita membangun kehidupan kita?”…”Bagaimanakah cara membangun kehidupan yg Benar?”..Kesemua hal ini tentu merupakan pertanyaan2 penting dan vital yg membutuhkan jawaban yg bijaksana. Oleh karena itu melalui pertolongan hikmat dari Tuhan, maka ijinkanlah saya memberikan jawaban/jalan keluar terhadap pertanyaan2 ini sesuai dgn kebenaran FirmanNya.

Cara “membangun” kehidupan yg Benar:
 
Membangun di atas dasar Batu
 
Itu sebabnya Yesus berkata: ”Setiap orang yg mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yg bijaksana, yg mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” (Mat.7:24-25).
 
Jadi, …. Membangun di atas dasar batu, yaitu batu Ketaatan, dengan Mendengarkan FirmanNya dan melakukan FirmanNya adl satu2nya cara untuk membangun yg memungkinkan kita untuk bertahan menghadapi hujan, banjir, angin/badai abad ini. Mendengarkan dan memasukkan FirmanNya ke dalam system nilai, pola, tingkah laku, pikiran dan pembicaraan kita adl prasyarat bagi kehidupan yg abadi. Tetap waspada dan tanggap thd suaraNya yg berbicara kepada kita menjadi dasar yg teguh/kokoh dimana tidak ada badai, godaan dan cobaan yg mampu mengikisnya. 

Rekan2 muda Kristen, Upah bagi orang yg taat kepada Firman Allah adalah mereka akan mampu berdiri teguh, bahkan ketika pencobaan, ujian dan masalah datang. 
 
Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa ketaatan kepada FirmanNya itu diibaratkan seorang yg mendirikan rumahnya di atas batu. Lalu saat hujan dan banjir serta angin menerpa rumah itu, maka rumah itu tetap teguh kokoh berdiri. Mengapa rumah itu teguh kokoh berdiri?! Karena rumah itu didirikan di atas batu. 
 
Jadi, hanya dengan ketaatan kepada FirmanNya-lah (membangun di atas dasar batu ketaatan), maka kita bisa membangun rumah hidup kita: rumah pelayanan, rumah pekerjaan, rumah keluarga, rumah karakter kita dengan berdiri teguh/kokoh dan tidak tergoyahkan. 

Itu sebabnya Mzm.127:1a berkata: “Jikalau bukan TUHAN yg membangun rumah, sia-sialah usaha orang yg membangunnya.”
 
Tuhan Yesus tadi mengatakan…”lalu…datanglah hujan, banjir, dan angin melanda/menghantam rumah itu”

Dengan kata lain, proses terjadinya hujan, banjir dan angin adalah alami dan pasti harus terjadi kepada rumah itu. Sobat muda, kehidupan kita pun seperti ini. Kita tidak dapat merekayasa supaya hujan pencobaan, ujian dan masalah supaya tidak datang kepada kita. Kita juga tidak dapat mengakal-akali agar banjir pencobaan, ujian dan masalah tidak datang kepada kita. Kita juga tidak berhak mengklaim bahwa angin pencobaan, ujian dan masalah tidak akan datang kepada kita. 

Ini berarti Hujan, Banjir, Angin/Badai Pencobaan, Ujian dan Masalah itu pasti datang dan harus datang kepada siapa saja, tak terkecuali. Tetapi yg menjadi pertanyaan besar adalah: “Seberapa teguh, seberapa kokoh, seberapa kuatkah Bangunan Rumah Rohani kita ketika Hujan Angin dan Badai pencobaan, ujian dan masalah itu datang menghantam dan menerpa kita?!” Tetapi syukur kepada Tuhan, bahwa mereka yg mendengar Firman Tuhan dan yg melakukannyalah yg akan mampu berdiri teguh, kokoh dan kuat. Mengapa?! Karena mereka inilah yg diumpamakan oleh Tuhan Yesus seperti orang yg mendirikan rumahnya di atas batu, sehingga ketika semua beban, masalah, persoalan, ujian dan pencobaan datang, maka mereka yg TAAT KEPADA TUHAN & FIRMAN-NYA lah yg akan tetap teguh berdiri! 

Membangun di atas dasar Emas, Perak dan Permata

Itulah sebabnya Alkitab berkata: ”Entahkah orang membangun diatas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing2 orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dgn api dan bagaimana pekerjaan masing2 orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian…dst” (1 Kor. 3:12-15).
 
Rekan2 muda, perhatikan! Alkitab mencatat bahwa ada kualitas Unggul yg membuat perbedaan ketika api datang. Yaitu terbuat dari bahan/materi yg tahan api (panas), yaitu:
EMAS, PERAK DAN BATU PERMATA. 

Mari kita selidiki sifat2 ketiga bahan/materi ini:
  1. Emas, sifatnya: Tahan karat, Logam mulia indah (Ezr.8:27, Yes.13:12), sangat mahal harganya, berkilau (Mzm.68:14), lentur (fleksibel), tidak gampang patah, sulit dilebur (tahan panas tinggi, sampai ribuan derajat celsius) (Kel.32:3-4, Ams.17:3, Za.13:9, 1 Ptr.1:7), dan merupakan perhiasan sorga (Why.21:18,21).
  2. Perak, sifatnya: Tahan karat, Logam mulia, sangat mahal harganya, lentur (fleksibel), tahan panas tinggi (Yeh.22:20-22, Ams. 17:3, Za.13:9), warnanya putih dan berkilauan (Why.68:14-15).
  3. Batu Permata, sifatnya: Tahan karat, Batu yg bercahaya (Yeh.28:14-16), sangat mahal harganya, tahan terhadap tekanan krn dlm proses pembuatannya maka permata harus digilas, digosok atau dipoles dgn ”mesin pengasah” secara berulangkali, setelah itu terlihatlah gemerlap dan kilau cahayanya. Permata ini juga merupakan perhiasan yg sgt berharga, juga ada di sorga (Why.21:11, 18-21).
Nah, rekan2 muda, perhatikan!Bhw ketiga bahan tsb di atas (emas, perak, batu permata) ini memiliki kesamaan, yaitu tahan tekanan/panas tinggi. 

Contoh dari orang2 yg tahan diuji imannya: Henokh (Kej.5:22-24, Ibr.11:5), Yusuf (Kej.37 s/d 50), Paulus (2 Kor.4:8-10, 2 Kor. 6:4-10, 2 Kor.11:23-31, 2 Kor.12:10, Flp.4:11-13). 

Jadi bahan2 ini (emas, perak dan batu permata) adalah melambangkan orang2 percaya yg sudah teruji iman dan perjalanan kekristenannya. Meskipun api (pencobaan, ujian, penderitaan, kepahitan) datang…namun ia tetap tahan diuji. Orang seperti ini juga memiliki pengajaran Alkitabiah dan prinsip2 Firman yg sangat tinggi dan tahan ”diuji” kebenarannya oleh manusia manapun. 

Berapa banyak di antara kita mengalami kegagalan, kehancuran dan kebinasaan karena kurang tahan uji terhadap api pencobaan, api penderitaan, api ujian, api kepahitan hidup ini: rumah tangga yg broken home, bunuh diri, menghujat nama Tuhan karena kecewa atas hidup ini, melampiaskan diri ke pergaulan bebas di klub2 malam, ke narkoba, ke seks bebas, pornografi dan minuman keras karena kecewa terhadap diri sendiri dan orang disekelilingnya, membunuh orang lain karena pacarnya/isterinya selingkuh dgn orang yg dibunuh, menjatuhkan posisi temen kerja karena benci atau iri, menyontek di kampus/sekolah waktu ujian, korupsi, dan banyak hal2 yg mengerikan lainnya?! Rekan2 muda kristen, bagaimanakah kita membangun kehidupan kita?! Renungkanlah.
 
Kehidupan yg tangguh dlm perjalanan kekristenan adalah kehidupan yg tahan uji dalam api pencobaaan, api penderitaan, api ujian, api kepahitan hidup. Inilah kehidupan yg dibangun di atas dasar Emas, Perak dan Permata. 

Membangun di atas dasar Hikmat/Kepandaian/Kebijaksanaan

Itu sebabnya Alkitab berkata: ”Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar2 diisi dengan bermacam-macam harta benda yg berharga dan menarik” (Ams.24:3-4). 

Rekan2 muda, apapun latar belakang profesi/pekerjaan, pengalaman, apa yg kita miliki dan banggakan itu semua tiada berarti jika kita tidak membangun hidup kita atas dasar hikmat, kepandaian dan kebijaksanaan. 

Berapa banyak di antara kita mengalami kegagalan karena kurangnya hikmat/kepandaian/kebijaksanaan: Putus kuliah, tidak naik kelas, rumah tangga yg broken home, beramtem terus dgn pacar dan sahabat, mengalami kebangkkrutan finansial, usaha yg gatot (gagal total) dan usaha yg gatal (gagal total) juga…hehehe?! Berapa banyak di antara kita yg mengalami hal ini?! 

Tentunya ini menunjukkan kepada kita tentang pentingnya suatu kerangka pengetahuan/kepandaian/kebijaksanaan yg utuh, baik ttg Firman Tuhan maupun pengetahuan dunia ini.

Sebagai contoh: 

Kalo saudara ingin berhasil dlm usaha/bisnis/wirausaha tentunya saudara pasti akan membaca buku2/referensi dari pengalaman orang2 yg telah sukses dlm menjalankan bisnis/usahanya. Kalo saudara ingin berhasil dalam studi/kuliah tentunya saudara pasti akan membaca/mempelajari buku2 ttg ilmu pengetahuan yg sesuai dgn pendidikan saudara. Kalo saudara ingin berhasil menjadi seorang kekasih/pasangan hidup yg menjadi impian banyak lawan jenis maka pasti saudara perlu membaca buku2 psikologi dan buku2 pengembangan diri yg berhubungan dgn pacaran dan pernikahan. Dan diatas semuanya itu, kalo saudara ingin menjadi orang yg menyenangkan hati Tuhan dan menikmati hidup yg berhasil di dunia ini dan di sorga sorga, tentunya saudara pasti harus membaca Alkitab/Firman Tuhan (Mzm.1:1-3, Yos.1:8, Ul.28:1-14) 

Intinya, semua harus diletakkan pada porsinya secara seimbang. Itu sebabnya keberhasilan kita pasti akan ditentukan dari seberapa banyak hikmat/kepandaian/kebijaksanaan yg kita miliki untuk mengatasi masalah hidup yg sedang diperhadapkan kepada kita masing2. Jadi, kehidupan yg dibangun dgn benar adalah kehidupan yg dibangun diatas dasar Hikmat/Kepandaian/Kebijaksanaan. 

Membangun di atas dasar Iman yg Paling Suci

Itu sebabnya Yud.1:20 berkata: ”Akan tetapi kamu, saudara2ku yg kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yg paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” 

Rekan2 muda kristen, kita perlu membangun kehidupan kekristenan kita di atas dasar iman kita yg paling suci. Bagaimanakah kita mencapai iman kita di level yg paling suci? Yaitu dengan menjaga kehidupan kita tetap suci/kudus dalam perilaku dan suci/kudus dalam ajaran/prinsip pengajaran Firman yg benar. Ini sangat penting dan yg terutama! 

Mengapa kesucian/kekudusan merupakan hal yg penting/terutama di dalam membangun kehidupan kekristenan kita dlm mengikut Tuhan? Karena kesucian/kekudusan membawa dampak besar, yaitu:
  1. Kesucian/Kekudusan membawa kita melihat kemuliaanNya (Mat.5:8, Yos.3:5, Kel.19:10-11)
  2. Kesucian/Kekudusan membuat kita dipermuliakan oleh Allah (2 Tim.2:21)
  3. Kesucian/Kekudusan membuat kita menerima kasihNya & kebaikanNya (Mzm.84:12, Dan.6:22-23)
  4. Kesucian/Kekudusan memperkenan kita menerima ”pakaian putih” dari Allah sbg penghargaan dan tanda kemenangan (Why.3:4)
  5. Kesucian/Kekudusan membawa kita merasakan kehadiran Tuhan berjalan bersama kita (Why.3:4)
  6. Kesucian/Kekudusan membuat nama kita tercatat dalam Kitab Kehidupan (Why.3:5, Why.20:11-15)
  7. Kesucian/Kekudusan membuat nama kita diakui dihadapan Allah & malaikatNya (Why.3:5)
  8. Kesucian/Kekudusan membuat kita tidak ”telanjang” dan ”memalukan” (Why.3:18)
  9. Kesucian/Kekudusan membuat kita layak naik ke gunung Tuhan dan berdiri di hadiratNya (Mzm.24:3-4)
  10. Kesucian/Kekudusan adalah jalan menuju kehidupan yg produktif/berbuah dan berhasil (Mzm.1:1-3)
Jadi, Allah sangat mengagumi orang yg mampu menjaga kehidupannya suci/kudus. Rahasia kekuatan dan kemuliaan ”bangunan” rumah hidup kita hanya dapat terlihat ketika kita menjadikan kesucian/kekudusan menjadi fondasi hidup kita. Bagaimanakah dgn kehidupan kita?!..Itu kembali kepada diri kita masing2.
 
Membangun dengan bekerjasama dengan Allah

Itu sebabnya Alkitab berkata: ”Jikalau bukan TUHAN yg membangun rumah, sia-sialah usaha orang yg membangunnya” (Mzm.127:1a)

Contoh: 

a. Pembangunan Bahtera Nuh

Pembangunan Bahtera/kapal Nuh itu berhasil karena ada petunjuk dan firman Allah (Kej.6:13-22, Kej.7 s/d 8). Jadi Nuh berhasil membuat bahteranya adalah karena dia membangun bahteranya dgn bekerjasama dgn Allah

b. Pembangunan Tembok Yerusalem oleh Nehemia

Pembangunan tembok ini berhasil dilakukan oleh Nehemia beserta rekan2 yg membantunya, karena mereka dibantu oleh Allah (Itu sebabnya Neh.6:15-16 berkata: ”Maka selesailah tembok itu pada tanggal 25 bulan edul, dalam waktu 52 hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan BANTUAN ALLAH kami.”

Jadi, peran serta/kerjasama dgn Allah membawa hasil yg luar biasa, yaitu keberhasilan. Itu sebabnya sebagai orang percaya yg mengaku kristen, maka segala hidup kita perlu dibangun dgn bekerjasama/mengikutsertakan Tuhan dalam setiap permasalahan dan tantangan yg diperhadapkan kepada kita. Membangun hidup Bekerjasama dgn Allah berarti kita berdoa terlebih dahulu bertanya kepadaNya ttg apa yg akan kita rencanakan: karir, jodoh, masa depan, pelayanan, hidup, keluarga, dll. Membangun hidup dgn bekerjasama dgn Allah berarti kita juga menyisihkan (menyingkirkan) pertimbangan2 akal logika/kepandaian kita demi menerima nasihat firmanNya yg akan memberi jalan keluar melebihi apa yg dapat kita doakan, pikirkan dan minta.

Hidup ini penuh dgn teka-teki, permasalahan dan pergumulan, maka satu2nya jalan untuk mendapat jalan keluar/jawaban hanyalah dgn mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kita kepada Tuhan sbg Gembala, penasihat yg ajaib, dan penuntun jalan, kebenaran dan sumber kehidupan kita (Yer.17:7-8, Mzm.23, Yoh.10:11-18, Yeh.34:14-16, Yes.9:5, Yoh.14:6).
 
Jadi, membangun kehidupan kita yg benar/baik adalah dgn bekerjasama/mengikutsertakan Tuhan dalam perencanaan dan hidup kita (Baca Yak.4:13-15). Inilah kehidupan kekristenan yg berhasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Geither Live